kalian yg sy hargai

tHe wOrLd aS i sEe iT, mY wOrLd aS i eXprEss iT

Tuesday, May 22

aku jadi teringat

satu post istimewa dari rakan lewat menengah, ye, istimewa buat saya,
kalau orang kata sayang itu bermula dari benci, ye saya sedikit setuju,
yang rajin keliling sekolah dengan rotan panjang,
gelaran cikgu disiplin buat kami tak bermotivasi untuk berguru dengan ustaz yang seorang ini,
dan bila ada murid baru melangkah ke tingkatan dua harmoni,
dia yang paling berani memanggil kami serentak,
ya faatimatani, mamnu' bil kalam!
ya faatimatani, ta'ali huna!
ya faatimatani, ya faatimatani, ya faatimatani!
ah, saya jadi makin benci bila dikaitkan dengan org yg saya kurang senangi,
saat itu hati ini jadi berdetik, teganya ustaz ini, melaung sebegitu sekali,
terima kasih ustaz, sekarang kami memang faatimatani,

suatu masa dahulu, saya punya satu kekurangan,
tidak boleh menulis dihadapan papan putih,
sedang menulis didalam buku latihan pun buku itu harus kusengetkan,
inikan pula papan putih, sudahnya tulisan aku jadi menyenget ke bawah dan bukan duduk dalam barisan yang lurus,
dan dia yang seorang ini, sangat tidak berpuas hati, aku dipanggil lagi dan lagi,
tulis, tulis, dan tulis sampai lurus dan tidak senget.
awak tulis arab ke urdu, suara sedikit tinggi sambil rotan nipis kehempas ke meja,
terima kasih ustaz, sekarang saya bisa jadi pendidik,

ada suatu ketika, saya dituduh melakukan sesuatu yang tidak,
haruslah tidak, nakal saya punya batasnya, perkara sebegitu memang bukan perlakuan saya,
ye, ustaz seorang yang yakin bahawa bukan saya orangnya,
dan yang memfitnah menerima padah,
walau apapun jangan sampai yang lain tahu cerita,
itu pesan saya pada ustaz, sudahnya aku yang mungkir janji sendiri, =.='

satu ketika yang lain, bila kami jumpa seekor kucing,
dan sorokkan dibawah laci meja tak terkantoi walau dengan seorang guru pun,
sudahnya kelas terakhir untuk hari itu,
tenang ustaz melangkah kedalam kelas dan mengumumkan,
"hari ni kita takkan belajar lughah, tapi kita akan belajar tentang kucing,"
buat muka selamba sambil tahan ketawa, tapi ustaz saya lebih bergaya,
dimintanya saya berdiri sambil menerangkan keburukan penyakit yang dibawa oleh kucing,
percaya atau tidak? memeluk kucing bisa buat kita jadi lena,
itu antara perkara yang sempat saya pelajari hari itu,
dan sehingga penghujung kelas ustaz untuk hari itu, saya asyik menguap sentiasa, heh.

oh, perkara terakhir yang saya rasa bisa buat mata saya berkaca,
saat berita dikhabar, ustaz akan pergi, jauh mana tidak pasti, tapi memang takkan jadi guru lagi,
saya antara yang terasa kehilangan itu, jujur.
takkan jumpa ustaz sehebat dia,
faatimah markah awak turun dua angka, boleh saya tahu kenapa?
dan antara perkara terakhir yang sempat dia catatkan dalam buku latihan saya,
faatimah, kuni bintun solehah,
satu, dua, tiga, airmata saya menitis jua.
pertama-> saya bintun dia, tinggi cara dia memandang saya,
kedua-> pertama kali dia menulis dengan pen biru dan bukan merah,
ketiga-> saya seorang, yang ada catatan itu, sampai sekarang. walaupun buku itu sudah tiada guna untuk saya,

ustazah saadah, ustaz masrur, ustazah adibah, ustazah razliza,
ah, aku jadi teringat. sungguh  manis bila belajar tidak jadi sebab untuk kita bermasam muka.








1 comment: